96poin
82poin

Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*

Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
vs

Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*: ulasan, spesifikasi dan harga

Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*

Mengapa Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T* lebih baik daripada rata-rata?

  • Bukaan lebar (kamera utama)
    ?

    f/1.4 vsf/3.0
  • Bukaan terlebar pada panjang fokus maksimal
    ?

    1.4fvs3.7f
  • Bukaan terkecil pada panjang fokus maksimal
    ?

    22fvs21.68f
  • Hasil ketajaman
    ?

    16P-MPixvs10.5P-MPix
  • Sudut pandang minimum
    ?

    19°vs38.39°
  • Maksimal panjang fokus
    ?

    85mmvs63.82mm
  • Bukaan terkecil pada panjang fokus minimum
    ?

    22fvs21.37f
  • Aberasi kromatik
    ?

    4µmvs8.83µm

Perbandingan harga

Alternatif murah untuk Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*

Info Umum

1.Mempunyai dudukan logam
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Dudukan logam lebih unggul dibanding dudukan plastik karena lebih tahan lama.
2.sekat cuaca (tahan percikan)
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Perangkat dilindungi dengan segel ekstra untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh debu, tetesan hujan, dan percikan air.
Kami menganggap berat yang lebih rendah lebih baik karena perangkat yang lebih ringan lebih nyaman dibawa. Berat yang lebih rendah juga menguntungkan untuk peralatan rumah tangga, karena memudahkan dibawa, dan untuk banyak jenis produk lainnya.
4.mempunyai atau berupa lensa prima
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Lensa prima mempunyai jarak fokus tunggal dan umumnya lebih tajam dan mempunyai apertur lebih lebar.
5.Tudung lensa dapat dibalik
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Tudung lensa dapat disekrup ke lensa secara terbalik sehingga bisa disimpan bersama kamera setiap saat, siap untuk digunakan.
6.Termasuk tudung lensa
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Disertai dengan tudung lensa sehingga tidak perlu membelinya secara terpisah. Digunakan untuk menghalangi sumber cahaya yang kuat, seperti matahari untuk mencegah silau dan pijar lensa.
Jarak fokal minimum yang lebih pendek membuat kamera menangkap lebih banyak obyek dalam satu foto, dan menawarkan sudut pandang yang lebih luas daripada jarak fokal yang lebih panjang.
Jarak fokal maksimum yang lebih panjang membuat kamera bisa fokus pada sebagian kecil pemandangan, dan menawarkan sudut pandang yang lebih sempit daripada jarak fokal yang lebih pendek.
9.Adalah lensa tele
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Lensa telefoto bisa memperbesar objek yang jauh. Ini sangat berguna ketika kamu perlu memotret subjek dari kejauhan, seperti fotografi alam liar, atau bahkan dalam beberapa kasus fotografi jalanan di mana kamu tidak bisa mendekati subjek.

Optik

1.mempunyai penstabilan gambar optik bawaan
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Penstabilan gambar optik menggunakan sensor giroskopis untuk mendeteksi getaran kamera. Lensa menyesuaikan jalur optik, memastikan bahwa blur apa pun akibat gerakan akan dikoreksi sebelum sensor menangkap gambar.
Sebuah lensa makro sejati memiliki perbesaran 1:1. Ini berarti bahwa gambar yang dihasilkan adalah representasi seukuran subjek yang difoto.
Pada ujung lensa yang lebih pendek, kamu mendapatkan sudut pandang terlebar. Kamu bisa memasukkan lebih banyak pemandangan ke dalam foto (berdasarkan format APS-C).
Di ujung terpanjang lensa, kamu mendapatkan sudut pandang tersempit. Kamu bisa menyesuaikan sebagian kecil pemandangan ke dalam foto, seperti saat kamu memperbesar/zoom in subjek (berdasarkan format APS-C).
Rentang zoom adalah rasio antara jarak fokal lensa terpanjang dan terpendek. Makin tinggi angka rentang zoom, berarti makin serbaguna lensa tersebut.

Aperture

Dengan aperture yang lebih lebar, sensor dapat menangkap lebih banyak cahaya, membantu menghindari blur dengan shutter speed yang lebih cepat. Aperture lebih lebar juga memberikan kedalaman bidang yang dangkal, sehingga kita bisa memburamkan latar belakang untuk memfokuskan perhatian pada subjek.
Dengan aperture yang lebih lebar, sensor dapat menangkap lebih banyak cahaya, membantu menghindari blur dengan mengaktifkan kecepatan shutter yang lebih cepat. Ini juga memberikan kedalaman bidang yang dangkal, bisa memburamkan latar belakang untuk memfokuskan perhatian pada subjek.
Apertur yang lebih kecil mengurangi jumlah cahaya yang mencapai sensor. Ini penting dalam kondisi cerah di mana aperture yang lebih lebar dapat mengakibatkan gambar terlalu terang. Keuntungan lainnya adalah dengan aperture yang lebih kecil, kamu mendapatkan kedalaman bidang yang lebih besar, dan dapat menjaga semua gambar tetap fokus.
4.Mempunyai pisau aperture bulat
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Mirip dengan jumlah bilah aperture, bilah bundar memengaruhi cara cahaya masuk ke sensor. Bilah bulat, seringkali hanya ditemukan pada lensa yang lebih mahal, meningkatkan tampilan area di luar fokus. Kamu bisa mendapatkan bokeh yang lebih baik dan lebih lembut.
Apertur yang lebih kecil mengurangi jumlah cahaya yang mencapai sensor. Ini penting dalam kondisi cerah di mana aperture yang lebih lebar dapat mengakibatkan gambar terlalu terang. Keuntungan lainnya adalah dengan aperture yang lebih kecil, kamu mendapatkan kedalaman bidang yang lebih besar, dan dapat menjaga semua gambar tetap fokus.
Apertur mengontrol seberapa banyak cahaya masuk ke sensor kamera. Semakin banyak bilah sering menjadi indikator kualitas lensa yang lebih baik. Bisa mendapatkan bokeh yang tampak jauh lebih bagus saat memburamkan latar belakang foto. Sedangkan lensa dengan bilah yang lebih sedikit sering kali menghasilkan bokeh yang lebih kasar dan lebih poligonal.

Fokus

1.Mampu fokus sampai tak terhingga
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Dengan banyak lensa, kamu bisa fokus hingga tak terbatas. Hal ini penting ketika ingin mengambil foto yang mencakup objek yang jauh, seperti ketika memotret lanskap, untuk memastikan semuanya tajam dan fokus.
Ini adalah jarak terdekat sebuah lensa bisa fokus. Dengan jarak fokus minimum yang lebih pendek, kamu bisa lebih dekat dengan subjek, dan sangat penting ketika melakukan fotografi makro.
3.Mempunyai fokus manual penuh-waktu
Sony 85mm F1.4 ZA Carl Zeiss Planar T*
Dengan fokus manual full-time, kamu bisa menggerakkan ring fokus saat berada dalam mode AF (autofokus). Kamu bisa melakukan penyesuaian manual setelah AF selesai, tanpa mengubah ke mode manual.

Benchmark

Hasil ketajaman dari DxOMark set metrik. Hasil ini didasarkan pada MTF (fungsi transfer modulasi) pengukuran, dan memberikan indikasi keseluruhan ketajaman gambar yang dihasilkan oleh lensa. Diuji dengan Nikon D7000 atau Canon 7D. Sumber: DxOMark.
Mengakibatkan penyimangan kromatik lateral dari DxOMark set metrik. Penyimpangan kromatik adalah jenis distorsi yang menghasilkan warna yang menyusuri sepanjang tepi gambar. Diuji dengan Nikon D7000 atau Canon 7D. Sumber: DxOMark.
Hasil vignetting dari DxOMark set metrik. Vignetting mengacu pada saat kecerahan gambar berubah dari pusat ke arah tepi, menghasilkan sudut yang gelap. Hasil 0 adalah sempurna dan gambar akan tidak memiliki vignetting. Diuji dengan Nikon D7000 atau Canon 7D. Sumber: DxOMark.
Hasil distorsi dari DxOMark set metrik. Distorsi pada lensa mengacu pada variasi perbesaran seluruh gambar. Lebih banyak distorsi akan menghasilkan garis lurus akan direkam dengan salah pada gambar. Diuji dengan Nikon D7000 atau Canon 7D. Sumber: DxOMark.
5.transmisi

1.6TStop

Hasil transmisi dari DxOMark metrik set. Transmisi mengacu pada jumlah cahaya yang mencapai sensor melalui semua elemen kaca sebuah lensa, dengan TStop lebih rendah menandakan lebih banyak cahaya. Hal ini penting karena kurangnya cahaya yang mencapai sensor dapat menyebabkan kebutuhan ISO tinggi atau kecepatan rana lebih lambat. Diuji dengan Nikon D7000 atau Canon 7D. Sumber: DxOMark.
DxOMark adalah serangkaian tes untuk mengukur kinerja dan kualitas lensa dan kamera. Skor DxOMark adalah skor keseluruhan yang diberikan kepada lensa. Diuji dengan Nikon D7000 atau Canon 7D. Sumber: DxOMark.

Manakah lensa kamera mirrorless terbaik?

Tunjukkan semua
This page is currently only available in English.